Penelitian ini mengkaji pemanfaatan potensi lokal desa dalam pembuatan pupuk organik serta perancangan alat pengukur pH tanah berbasis mikrokontroler. Bahan baku pupuk organik berasal dari limbah pertanian berupa merang, kotoran ternak dari peternakan, dan abu sekam padi sisa pembakaran industri batu bata. Kombinasi bahan tersebut tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan media tanam yang kaya unsur hara dan ramah lingkungan. Sementara itu, alat pengukur pH tanah dirancang menggunakan sensor elektroda pH yang diintegrasikan dengan rangkaian elektronik sederhana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat memiliki tingkat akurasi tinggi dengan selisih pengukuran ±0,2 dibandingkan alat standar, berbiaya rendah, serta mudah digunakan oleh petani. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal dan inovasi teknologi sederhana dapat meningkatkan efisiensi usaha tani, menjaga keberlanjutan ekosistem, dan mendukung kesejahteraan petani.
Copyrights © 2025