Tingginya angka perputaran karyawan menjadi tantangan krusial bagi stabilitas operasional industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris pengaruh beban kerja terhadap turnover intention pada karyawan PT ABC Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kuesioner yang disebarkan kepada 49 karyawan sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear sederhana yang dioperasikan melalui program IBM SPSS versi 25, setelah model dinyatakan lolos dari seluruh rangkaian uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, dan linearitas). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap turnover intention karyawan (t hitung = 9,232; Sig.= 0,000 < 0,05). Selanjutnya, hasil pengujian koefisien determinasi R2 mengonfirmasi bahwa variansi turnover intention dapat dijelaskan oleh variabel beban kerja sebesar 64,5%, sedangkan 35,5% sisanya dikendalikan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Secara praktis, temuan ini mengindikasikan bahwa eskalasi beban kerja yang melebihi kapasitas riil karyawan bertindak sebagai katalisator utama yang memicu tingginya intensitas untuk mengundurkan diri. Oleh karena itu, manajemen perusahaan direkomendasikan untuk melakukan restrukturisasi pembagian tugas secara proporsional dan merumuskan target kerja yang lebih realistis guna memitigasi potensi stres kerja sekaligus menekan laju turnover karyawan.
Copyrights © 2026