Kondisi awal tegangan bus dari sistem kelistrikan Flores, Nusa Tenggara Timur pada umumnya berada dibawah tegangan nominal. Untuk mengatasi hal ini digunakan metoda perbaikan tegangan yang diusahakan menggunakan komponen atau peralatan yang ada di sistem sehingga tidak menambah biaya investasi yaitu menggunakan pengaturan tap dari transformer daya yang ada di gardu induk yaitu pengaturan rasio transformasi. Pengaturan tap dilakukan dengan memperhatikan aliran daya reaktif. Single line diagram sistem kelistrikan Flores dibuat modelnya dalam ETAP dan dilakukan analisa load flow. Beban sistem yang digunakan sebesar 81.811 MW. Dari simulasi dibuktikan bahwa dengan pengaturan transformer tap, tegangan bus-bus berhasil dinaikkan lebih mendekati tegangan nominal (100%).
Copyrights © 2025