Penelitian ini membahas mengenai apakah sistematika mushaf Al-Qur’an, yang meliputi urutan surah, penomoran ayat, dan pembagian juz, bersifat tauqifi atau ijtihadi. Isu ini penting karena keterlibatan dasar otoritas struktur mushaf serta pengaruhnya terhadap tafsir, pembelajaran, dan pemaknaan Al-Qur’an dalam tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif kedua jenis dalil tersebut, serta menjelaskan konteks historis dan metodologi yang melatarbelakangi perbedaan pandangan ulama klasik maupun kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan dengan menelaah karya ulama klasik, riwayat kumpulan mushaf, serta sastra modern yang mengkaji sejarah kodifikasi Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan ayat, baik teks maupun posisinya, memiliki landasan tauqifi yang kuat, sedangkan urutan surah dan pembagian juz lebih banyak dipengaruhi oleh ijtihad sahabat seiring dengan kebutuhan pedagogi dan upaya standarisasi mushaf. Kesimpulan ini menegaskan bahwa struktur mushaf merupakan hasil perpaduan antara ketetapan ilahi dan usaha manusia, sehingga pemahaman yang proporsional terhadap kedua dalil tersebut penting untuk membaca sejarah kodifikasi Al-Qur’an secara lebih utuh dan objektif.
Copyrights © 2025