Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit forensik digital terhadap sistem informasi aset dan pengadaan e-book pada perpustakaan daerah guna mendeteksi potensi kecurangan. Maraknya digitalisasi layanan perpustakaan daerah menuntut pengelolaan aset digital yang transparan dan akuntabel, namun celah keamanan sistem sering dimanfaatkan untuk tindak kecurangan seperti manipulasi data pengadaan, duplikasi anggaran, dan mark-up harga e-book. Metode yang digunakan adalah kombinasi forensik digital berbasis log analysis, data mining, dan teknik audit berbantuan komputer (Computer Assisted Audit Techniques/CAATs). Objek penelitian adalah sistem informasi pengelolaan aset dan e-book di tiga perpustakaan daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya anomali pada 23% transaksi pengadaan e-book yang mengindikasikan penyimpangan, antara lain duplikasi ISBN, inkonsistensi harga satuan, dan timestamp manipulasi data. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan audit forensik digital secara berkala sebagai mekanisme pencegahan dan deteksi kecurangan dalam pengelolaan aset digital perpustakaan daerah.
Copyrights © 2026