Sistem informasi absensi karyawan merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan sumber daya manusia di instansi pemerintahan. Pemanfaatan sistem informasi memberikan kemudahan dalam pencatatan kehadiran, pengolahan data, dan penyusunan laporan secara cepat dan akurat. Namun, kelemahan dalam pengendalian sistem dapat menimbulkan berbagai bentuk kecurangan, seperti manipulasi data absensi, penyalahgunaan akun pengguna, titip absen, serta perubahan data kehadiran tanpa otorisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kecurangan pada sistem informasi absensi karyawan di Kantor Camat Tembilahan Hulu dengan menggunakan pendekatan audit sistem informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan dengan mengevaluasi pengendalian internal, keamanan sistem, pengelolaan hak akses pengguna, serta mekanisme pencatatan aktivitas sistem (audit trail) untuk mengidentifikasi kelemahan yang berpotensi menimbulkan kecurangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kelemahan pada aspek pengendalian akses, otorisasi pengguna, pengawasan terhadap proses absensi, dan pemanfaatan audit trail yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengendalian internal melalui penerapan autentikasi yang lebih kuat, pembatasan hak akses sesuai tugas dan tanggung jawab, pemantauan aktivitas pengguna secara berkala, serta pelaksanaan audit sistem informasi secara rutin. Penerapan rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan sistem informasi absensi, mengurangi risiko terjadinya kecurangan, serta mendukung tata kelola teknologi informasi yang transparan, efektif, dan akuntabel di Kantor Camat Tembilahan Hulu.
Copyrights © 2026