Evaluasi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kompetensi akademik siswa, namun praktik yang berjalan saat ini cenderung mereduksinya menjadi penilaian kognitif‑sumatif belaka tanpa mekanisme tindak lanjut yang memadai untuk peningkatan mutu berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem evaluasi PAI yang berjalan, mengidentifikasi pola program tindak lanjut, serta mengonstruksi kerangka konseptual baru bernama Follow‑Up Evaluation Improvement Model (FEIM). Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur kualitatif berpedoman pada PRISMA 2020, dengan menelaah 42 literatur bereputasi (mayoritas terbitan 2021–2026) dari basis data Scopus, Web of Science, DOAJ, dan Sinta, yang dianalisis melalui enam tahap analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme tindak lanjut evaluasi PAI saat ini bersifat terfragmentasi, didominasi tugas remedial ad‑hoc yang berorientasi individual siswa, serta mengabaikan kelemahan instruksional yang bersifat sistemik. Melalui sintesis Model CIPP, siklus Continuous Quality Improvement (CQI)/PDCA, dan nilai filosofis Islam (muhasabah, islah, itqan), penelitian ini merumuskan FEIM sebagai cetak biru konseptual yang terdiri atas delapan langkah. Model ini secara fundamental menghubungkan agregasi data evaluasi dengan analisis reflektif (muhasabah), identifikasi akar masalah secara sistematis, perancangan intervensi terarah, implementasi tindakan perbaikan (islah), pemantauan partisipatif, serta evaluasi ulang secara siklus guna mencapai keunggulan pedagogis (itqan). FEIM berkontribusi menggeser paradigma evaluasi dari sekadar penilaian statis menjadi mesin dinamis bagi keunggulan pedagogis yang berkelanjutan, meskipun validitas operasionalnya masih memerlukan uji empiris lebih lanjut.
Copyrights © 2026