Persaingan bisnis yang semakin ketat mendorong perusahaan menjaga stabilitas kinerja keuangan, termasuk melalui praktik manajemen laba, yang berpotensi dipengaruhi oleh profitabilitas dan ukuran perusahaan. Penelitian ini berfokus pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, sedangkan pengujian hubungan antarvariabel dianalisis melalui regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba (t = 1,806; p = 0,073 < 0,05), sementara ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba (t = 18,302; p = 0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap manajemen laba (F = 174,951; p = 0,000 < 0,05). Nilai Adjusted R² sebesar 0,722 mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan 72,2% variasi manajemen laba, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Copyrights © 2026