Daun bandotan ( Ageratum conyzoides L.) merupakan sumber senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan aktif repelan nyamuk alami. Penelitian ini bertujuan menghasilkan pengaruh metode distilasi terhadap rendemen, karakteristik fisikokimia, komposisi kimia, dan aktivitas repelan minyak atsiri daun bandotan. Minyak atsiri diperoleh melalui distilasi udara, distilasi uap dan udara, serta distilasi uap langsung. Karakterisasi meliputi rendemen, densitas, putaran optik, bias indeks, serta analisis Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) dan Fourier Transform Independent Spectrcopy (FTIR). Aktivitas pembasmian terhadap Aedes aegypti diamati selama enam jam menggunakan minyak atsiri komersial sebagai pembanding. Rendemen data dianalisis dengan One-Way Analysis of Variance (ANOVA), sedangkan aktivitas repelan dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Distilasi uap dan udara menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 0,161±0,003%, dengan densitas 0,989 g/mL, putaran optik ?4,661°, dan bias indeks 1,5265. Analisis GC-MS mengidentifikasi precocene I, precocene II, dan seskuiterpena sebagai komponen dominan, sedangkan FTIR mengoordinasikan kesamaan gugus fungsi utama pada seluruh metode distilasi. Minyak atsiri daun bandotan menghasilkan rata-rata indeks proteksi 91,53% dan aktivitas repelan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan minyak atsiri komersial (p<0,05). Hasil penelitian menyatakan bahwa distilasi uap dan udara merupakan metode paling efektif untuk menghasilkan minyak atsiri daun bandotan sebagai bahan aktif pengusir nyamuk alami. Kata kunci: Ageratum conyzoides L., metode distilasi, minyak atsiri, pengusir nyamuk alami.
Copyrights © 2026