Kedelai merupakan komoditas terpenting setelah padi dan jagung karena kaya protein nabati yang diperlukan untuk peningkatan gizi masyarakat. Protein nabati ini selain aman bagi kesehatan juga relatif murah dibandingkan sumber protein hewani.Upaya meningkatkan produktivitas tanaman kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) dapat dilakukan dengan teknik budidaya yang tepat. Salah satu dari teknik budidaya yang tepat yaitu dengan melakukan pemenuhan kebutuhan unsur hara tanaman melalui pemupukan baik menggunakan bahan organik maupun bahan anorganik. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh pupuk CMA dan Pupuk kascing terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Pertanian UPMI Medan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 (dua) faktor perlakuan.Faktor pertama yaitu dosis pupuk CMA (C) terdiri dari 4 taraf yaitu : C0= Kontrol (tanpa penggunaan pupuk CMA), C1= pupuk CMA pada dosis 10 gr/tan, C2= pupuk CMA pada dosis 20 gr/tan, C3= pupuk CMA pada dosis 30 gr/tan .Faktor kedua yaitu dosis pupuk kascing (K) terdiri dari 4 taraf yaitu :K0= Kontrol (tanpa penggunaan pupuk kascing),K1 = pupuk kascing pada dosis 5 kg/plot, K2= pupuk kascing pada dosis 10 kg/plot, K3 = pupuk kascing pada dosis 15kg/plot. Hasil penelitian menunjukkan Penggunaan CMA (C) dan Pupuk Kascing (K) berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang. Perlakuan terbaik terdapat pada C3K3, dosis CMA 30 gr/tan, dan dosis kascing 15 kg/plot.
Copyrights © 2026