Sektor industri mikro dan kecil memegang peranan strategis sebagai penyedia lapangan kerja serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari jumlah perusahaan, nilai produksi, serta upah minimum terhadap serapan tenaga kerja di sektor IMK di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Studi ini menggunakan data sekunder kabupaten/kota tahun 2018-2023 dari Badan Pusat Statistik dengan metode analisis regresi data panel dengan Random Effect Model sebagai model yang terpilih. Hasil penelitian menyatakan secara parsial variabel jumlah perusahaan dan nilai produksi terbukti memberikan pengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel upah minimum berpengaruh negatif signifikan. Secara simultan, variabel ketiga terbukti berdampak positif sekaligus signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri mikro maupun kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa perluasan jumlah unit usaha serta peningkatan kapasitas produksi dapat menjadi strategi efektif dalam memperluas lapangan kerja, sedangkan kebijakan peningkatan upah minimum justru cenderung membuat pelaku usaha mengurangi demi menjaga kekeinginan industri.
Copyrights © 2026