Penggunaan perangkat pendingin konvensional berbasis refrigeran sintetis memberikan kontribusi negatif terhadap penipisan lapisan ozon dan pemanasan global. Penelitian ini menyajikan sebuah studi komparatif mengenai integrasi dua jenis Phase Change Material (PCM) yang berbeda, yaitu larutan NaCl dan larutan MgSO4, guna meningkatkan performa kotak pendingin termoelektrik (TEC) yang disuplai oleh energi surya.Metode: Sistem pengujian menggunakan modul surya fotovoltaik, dua buah modul termoelektrik (Peltier), heatsink, serta kipas sirkulasi.. Hasil: Hasil eksperimen menunjukkan bahwa karakteristik konsentrasi masing-masing larutan PCM sangat memengaruhi penurunan titik beku dan peningkatan konduktivitas termal. Pada pengujian PCM larutan NaCl, variasi konsentrasi 5% NaCl menghasilkan temperatur ruang minimum sebesar 15,5 °C dengan Coefficient of Performance (CoP) mencapai 0,031. Sementara itu, pada pengujian PCM larutan MgSO4, konsentrasi optimal 30% MgSO4 mampu menurunkan temperatur ruang minimum hingga mencapai 12,7 °C dan menghasilkan rata-rata CoP sebesar 0,047 dibandingkan dengan kotak tanpa PCM (CoP 0,029). Kesimpulan: MgSO₄ memberikan kontribusi lebih baik terhadap pencapaian temperatur terendah dan CoP tertinggi dibandingkan dengan NaCl
Copyrights © 2026