Diabetes melitus adalah penyakit menahun yang muncul ketika pankreas gagal memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai atau saat tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin yang dihasilkannya dengan efisien. Orang yang menderita diabetes melitus menunjukkan gejala seperti poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan, dan cenderung mengalami peningkatan kadar glukosa darah yang dapat memperburuk kondisi periodontal. Infeksi dalam rongga mulut seperti plak, karies, dan tartar disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak baik, yang mengganggu keseimbangan bakteri. Bakteri seperti Staphylococcus aureus memanfaatkan sisa makanan serta protein air liur untuk tumbuh dan mengakibatkan plak. Tujuan: untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Staphylococcus sp. serta mengetahui persentase bakteri Staphylococcus sp. pada plak gigi pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Wilayah Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan nonprobability sampling dan teknik sampling accidental. Hasil: Dari 35 sampel yang diteliti, ditemukan bakteri Staphylococcus aureus pada 24 sampel (69%) dan bakteri Staphylococcus epidermidis pada 11 sampel (31%). Kesimpulan: diperoleh hasil bakteri Staphylococcus aureus pada 24 sampel (69%) dan bakteri Staphylococcus epidermidis pada 11 sampel (31%) Diharapkan bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi penderita diabetes melitus, untuk menjaga kebersihan mulut dan melakukan pemeriksaan kesehatan mulut secara berkala untuk mencegah penumpukan plak yang dapat menyebabkan karies gigi
Copyrights © 2026