Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Puskesmas Sukorame. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 2–5 tahun yang mengalami stunting sebanyak 76 anak, dengan teknik total sampling. Pengukuran status stunting didasarkan pada indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) menggunakan nilai Z-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 76 balita stunting, sebanyak 63 balita (82,89%) termasuk dalam kategori pendek (stunted), dan 13 balita (17,11%) termasuk dalam kategori sangat pendek (severely stunted). Distribusi kasus stunting tersebar di lima kelurahan, dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kelurahan Pojok dan Bujel. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas balita stunting berada pada kategori pendek. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi dini melalui peningkatan pengetahuan gizi, pemantauan pertumbuhan, serta program pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026