Infeksi merupakan kondisi patologis yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, salah satunya bakteri Staphylococcus aureus yang dikenal sebagai patogen penyebab infeksi pada luka kulit. Penggunaan antibiotik dalam terapi infeksi yang tidak tepat berpotensi meningkatkan kejadian resistensi bakteri, sehingga mendorong pengembangan alternatif berbasis bahan alam. Tanaman kitolod sebagai salah satu kekayaan hayati dari Kediri diketahui memiliki potensi aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum suhu dan waktu pengeringan dalam pembuatan simplisia daun kitolod guna mempertahankan kandungan senyawa aktifnya. Metode yang digunakan adalah pengeringan daun menggunakan oven listrik dengan variasi suhu 40°C, 45°C, dan 50°C serta variasi waktu 30, 60, 90, 120, 150, 180, dan 210 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengeringan optimum diperoleh pada suhu 50°C dengan waktu 180 menit, yang mampu menghasilkan simplisia dengan kualitas baik serta mempertahankan senyawa metabolit yang berperan sebagai antibakteri. Optimasi kondisi ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan daun kitolod sebagai bahan baku obat alami yang efektif dan stabil.
Copyrights © 2026