Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kearifan lokal terhadap keberlanjutan UMKM serta merumuskan model literasi keuangan berbasis kearifan lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan model sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 100 pelaku UMKM sektor kuliner di Kota Parepare yang dipilih dari populasi sekitar 17.000 UMKM menggunakan rumus Slovin. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan FGD untuk memperdalam temuan kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan SEM PLS menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM dengan koefisien jalur 0,45, sedangkan kearifan lokal juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,37. Nilai R Square sebesar 0,62 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 62% variasi keberlanjutan UMKM. Temuan kualitatif memperlihatkan bahwa nilai-nilai lokal seperti lempu’, getteng, tanggung jawab, dan kebersamaan memperkuat disiplin finansial, kepercayaan pasar, dan ketahanan usaha. Penelitian ini menghasilkan model financial wisdom, yaitu integrasi literasi keuangan, etika berbasis kearifan lokal, dan adaptasi digital sebagai strategi penguatan UMKM yang lebih kontekstual, etis, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026