Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai bentuk miskonsepsi yang terjadi pada pembelajaran matematika materi bangun datar di kelas V SD IT Tahfidzul Qur’an An-Nahl. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kesalahan dalam mengenali bentuk bangun datar, menyebutkan rumus, serta memahami sifat-sifat bangun datar. Keunggulan penelitian ini terletak pada pembahasannya yang lebih mendalam mengenai bentuk miskonsepsi dan faktor-faktor penyebabnya, sehingga tidak hanya berfokus pada hasil belajar atau pemahaman konsep seperti penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dialami siswa meliputi kesalahan dalam penggunaan rumus, penyebutan bentuk bangun datar, serta pemahaman sifat-sifat bangun datar. Miskonsepsi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lingkungan belajar, pengaruh teman, dan karakteristik siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi Discovery Learning dan Cooperative Learning telah diterapkan dalam pembelajaran, namun pelaksanaannya belum optimal karena proses pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru Oleh karena itu, guru sebaiknya memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi dan menemukan jawabannya sendiri, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan lebih optimal.
Copyrights © 2026