Media sosial kini menjadi sarana utama dalam strategi promosi digital karena kemampuannya menyampaikan pesan visual secara interaktif. Klinik Kamandaka sebagai penyedia layanan kesehatan menghadapi tantangan dalam promosi digital yang sebelumnya hanya menggunakan gambar statis dengan Engagement Rate (ER) audiens yang rendah. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan strategi komunikasi yang lebih menarik dan dinamis melalui video marketing. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi video marketing melalui platform Instagram Reels dan TikTok sebagai media promosi layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) untuk menggambarkan proses pra-produksi hingga distribusi, serta analisis efektivitas menggunakan data Engagement Rate (ER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi video marketing mampu meningkatkan efektivitas promosi dengan rata-rata Engagement Rate sebesar 1,95% di Instagram dan 2,87% di TikTok. Konten dokumentasi dan edukasi menghasilkan interaksi tertinggi di Instagram, sementara konten edukasi lebih efektif di TikTok. Penerapan video berbasis multimedia terbukti memperkuat perhatian, minat, dan kepercayaan audiens terhadap layanan klinik.
Copyrights © 2026