Pemanfaatan dan perdagangan spesies ikan yang dilindungi dan/atau tercantum dalam Appendiks CITES perlu dikelola secara berkelanjutan untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemanfaatan, distribusi perdagangan, kontribusi ekonomi, dan implikasi konservasi jenis ikan yang tercantum dalam Appensiks CITES di wilayah kerja Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan data administratif layanan pemanfaatan jenis ikan periode Januari-Desember 2022. Data yang dianalisis meliputi jenis layanan, volume perdagangan, tujuan distribusi, dan nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan didominasi oleh pasar domestik dengan total 6.749 dokumen layanan, terutama SAJI-DN Tentengan (46,3%) dan SAJI-DN (30,6%). Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi produk hiu dan pari serta ikan hias arwana. Distribusi domestik terkonsentrasi di DKI Jakarta dan Jawa Timur, sedangkan perdagangan internasional didominasi tujuan Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok. Aktivitas tersebut menghasilkan PNBP sebesar Rp2,51 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari perdagangan domestik (70,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa perdagangan spesies CITES memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, namun memerlukan penguatan pengawasan dan ketertelusuran untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan sumber daya.
Copyrights © 2025