Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong perubahan peran perpustakaan dari sekadar tempat penyimpanan koleksi menjadi pusat penyedia informasi yang dinamis dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pemustaka masa kini cenderung menginginkan informasi yang cepat, ringkas, visual, dan mudah diakses melalui media digital. Kondisi ini menuntut perpustakaan untuk berinovasi dalam menyajikan informasi, salah satunya melalui kegiatan kemas ulang informasi. Kemas ulang informasi merupakan proses pengolahan kembali informasi dari berbagai sumber agar lebih relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka, sehingga mampu meningkatkan akses dan pemanfaatan informasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kemas ulang informasi dalam meningkatkan akses informasi di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pustakawan, pengelola informasi, serta pemustaka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin telah memanfaatkan kemas ulang informasi dalam berbagai bentuk digital, seperti flayer digital, infografis, konten media sosial, video edukasi singkat, dan QR Code layanan. Pemanfaatan kemas ulang informasi didukung oleh penggunaan teknologi digital dan media sosial, sehingga mempermudah pemustaka dalam mengakses informasi secara cepat dan praktis. Kemas ulang informasi terbukti berperan dalam meningkatkan keterjangkauan layanan, pemahaman informasi, serta keterlibatan pemustaka terhadap layanan perpustakaan
Copyrights © 2026