Penelitian ini menguji apakah utang memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kualitas akuntansi berdasarkan ukuran perusahaan pada perusahaan-perusahaan publik di Indonesia. Penelitian ini mengukur kualitas akuntansi menggunakan performance-adjusted discretionary accruals. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menjalankan ordinary least square (OLS) dan random effect model terhadap 1988 observasi dari 284 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di BEI selama 2012-2019. Hasil pengujian OLS menunjukan pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap hubungan antara utang dan kualitas akuntansi, sedangkan hasil pengujian random effect model menunjukan pengaruh yang tidak signifkan. Penelitian ini secara keseluruhan menemukan bahwa perusahaan besar memiliki solvabilitas yang lebih tinggi dan menyediakan informasi akuntansi yang lebih berkualitas guna mengurangi asimetri informasi dan biaya pendanaan.
Copyrights © 2024