Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk periode 2021–2025 berdasarkan rasio keuangan yang mencakup likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan kualitas aset serta membandingkannya dengan standar kesehatan bank yang ditetapkan oleh OJK. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk periode 2021–2025. Analisis dilakukan menggunakan LDR untuk mengukur likuiditas, CAR untuk mengukur solvabilitas, NIM, ROA, dan ROE untuk mengukur profitabilitas, serta NPL untuk mengukur kualitas aset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Mandiri memiliki tingkat likuiditas yang berada pada kategori sehat hingga cukup sehat dengan LDR sebesar 77,61%–98,04% dengan kategori sehat hingga cukup sehat. Nilai CAR Sebesar 19,36%–21,48% menunjukkan permodalan yang sangat kuat. Profitabilitas perusahaan juga tergolong baik dengan ROA sebesar 2,53%–4,03%, ROE sebesar 16,24%–27,31%, dan NIM sebesar 4,59%–5,25%, meskipun cenderung menurun setelah tahun 2023. Sementara itu, kualitas aset terus membaik, ditunjukkan oleh penurunan NPL Gross dari 2,81% menjadi 0,96%. Secara keseluruhan, PT. Bank Mandiri mampu mempertahankan tingkat kesehatan keuangan pada kategori sehat sampai sangat sehat secara berkelanjutan sesuai Standar OJK. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan bahwa penurunan profitabilitas setelah tahun 2023 tidak menurunkan tingkat kesehatan bank secara keseluruhan karena likuiditas, permodalan, dan kualitas aset tetap berada pada kategori sehat hingga sangat sehat berdasarkan kerangka Risk Based Bank Rating, sehingga melengkapi penelitian sebelumnya yang umumnya mengevaluasi rasio keuangan secara parsial.
Copyrights © 2026