Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LD50 ferro scrap pada mencit betina galur DDY dan mengevaluasi potensi dampak negatif dari paparan logam berat tersebut. Metode pengujian toksisitas akut yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada metode Standar Nasional Indonesia (SNI) 7184.5:2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LD50 ferro scrap > 5000 mg/kg bb, menunjukkan tidak terjadinya efek toksisitas pada dosis yang diberikan. Ferro scrap termasuk limbah tidak berbahaya dan beracun atau disebut limbah nonB3. Pengemulsi tidak mempengaruhi perilaku mencit karena tidak memiliki efek farmakologis atau fisiologis yang signifikan. Sampel uji tidak berpengaruh besar terhadap perubahan berat badan mencit karena faktor yang mempengaruhi ekskresi berupa pakan dan air minum mencit. Reference toxicant CuSO4 menunjukkan gejala toksisitas pada mencit dengan dosis tertentu. Penelitian ini menunjukkan bahwa ferro scrap dapat ditoleransi oleh mencit tanpa efek toksisitas yang signifikan pada dosis yang diberikan.
Copyrights © 2024