Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem laut dangkal yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologis dan stabilitas fisik wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan dan struktur komunitas lamun serta keterkaitannya dengan parameter perairan. Stasiun penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan pengamatan lamun dilakukan dengan metode transek kuadrat berukuran 50 cm × 50 cm. Parameter perairan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), arus, dan kecerahan. Hasil penelitian mengidentifikasi empat jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Syringodium isoetifolium. Kerapatan tertinggi pada Stasiun 2 dengan kerapatan 131 ind/m2, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada Stasiun 4 dengan nilai 71 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tertinggi pada Stasiun 2 sebesar 1,13 (kategori sedang) dan indeks keseragaman (E) sebesar 0,81 (kategori tinggi) ditemukan pada Stasiun 2, sedangkan indeks dominansi (C) tertinggi terdapat pada Stasiun 4 dengan nilai 1 (kategori mendominansi). Analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa kerapatan lamun serta parameter perairan seperti suhu, salinitas, dan oksigen terlarut (DO) memiliki korelasi positif terhadap keanekaragaman dan keseragaman struktur komunitas lamun. Kata kunci: Kerapatan, Lamun, Parameter Kualitas Air, Pulau Seram Kecil, Struktur Komunitas
Copyrights © 2026