Asma adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Kualitas hidup pasien asma dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kepatuhan terhadap pengobatan dan tingkat kontrol asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan, tingkat kontrol asma, dan kualitas hidup pada pasien asma dewasa di Rumah Sakit Paru Respira Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 86 pasien asma dewasa. Kepatuhan pengobatan diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), tingkat kontrol asma menggunakan Kuesioner Kontrol Asma (ACQ), dan kualitas hidup menggunakan Mini Asthma Quality of Life Questionnaire (Mini AQLQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26-45 tahun (57,0%) dan berjenis kelamin perempuan (70,9%). Kepatuhan yang dilaporkan sendiri sebagian besar baik (55,9%), kontrol asma terkontrol dengan baik (84,9%), dan kualitas hidup sebagian besar baik (91,9%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan diri dan kualitas hidup (p < 0,05), serta antara kontrol asma dan kualitas hidup (p < 0,05). Kesimpulannya, pasien asma dewasa di Rumah Sakit Respira Bantul, Yogyakarta, memiliki kepatuhan diri dan kontrol asma yang baik, yang berdampak positif pada kualitas hidup mereka.
Copyrights © 2026