Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara dengan produksi kopi terbesar di dunia, dengan kopi robusta sebagai salah satu komoditas unggulan. Senyawa fenol yang terkandung dalam kopi robusta diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh ketinggian terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan. Metode penelitian meliputi pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH serta penetapan total fenol menggunakan metode Folin–Ciocalteu. Sampel biji kopi robusta diperoleh dari beberapa wilayah di Jawa Timur dengan ketinggian tempat tumbuh yang berbeda, yaitu Magetan (948 mdpl), Ponorogo (713 mdpl), dan Madiun (426 mdpl). Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa kopi robusta yang berasal dari Magetan dan Ponorogo, termasuk dalam kategori kuat, dan sampel yang berasal dari Madiun termasuk dalam kategori sedang. Penetapan kadar total fenol menunjukkan bahwa kopi robusta asal Magetan memiliki kadar fenol tertinggi, diikuti oleh Ponorogo dan Madiun. Uji one-way ANOVA menunjukkan bahwa ketinggian tempat tumbuh kopi berpengaruh signifikan terhadap nilai IC₅₀ dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Uji korelasi Pearson antara total fenol dan nilai IC₅₀, diperoleh nilai signifikansi p= 0,000 (p< 0,01) menunjukkan bahwa total fenol berpengaruh signifikan terhadap nilai IC₅₀. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor iklim, seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya, yang berbeda pada setiap ketinggian.
Copyrights © 2026