Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) merupakan salah satu inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan dalam mendukung pengembangan kewirausahaan melalui pemberian bantuan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku usaha pemula. Namun, dalam implementasinya, masih ditemukan keterbatasan pada aspek literasi branding, khususnya pemahaman mengenai pentingnya merek sebagai identitas dan aset strategis usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha TKMP mengenai pentingnya merek dalam pengembangan produk dan daya saing usaha. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi identifikasi peserta dan produk TKMP, pemetaan jenis usaha, sosialisasi konsep merek, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki produk usaha dan legalitas dasar berupa NIB, namun belum memiliki pengelolaan merek yang optimal. Setelah kegiatan sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta terkait fungsi merek sebagai identitas produk, alat diferensiasi, dan perlindungan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi sederhana mengenai branding mampu meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya penguatan identitas produk, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan untuk implementasi yang lebih optimal.
Copyrights © 2026