Mayoritas UMKM di Indonesia masih menghadapi kendala rendahnya pemahaman bisnis berkelanjutan (sustainability) dan keterbatasan literasi digital. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas edukasi sustainability berbasis microlearning melalui empat variasi konten di platform TikTok dan Instagram. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan karakteristik performa yang signifikan. Instagram unggul dalam menghasilkan jumlah penonton (views), likes, serta ramah terhadap konten gambar slide (carousel AI). Sebaliknya, TikTok lebih unggul dalam mendorong interaksi aktif berupa komentar dan viralitas berbagi (share). Secara demografis, audiens didominasi perempuan usia 18-24 tahun. Format video pendek dengan interaksi emosional langsung terbukti paling efektif dalam meningkatkan kesadaran bisnis berkelanjutan.
Copyrights © 2026