Pola asuh khususnya dalam pemberian makanan dan stimulasi psikososial, mempengaruhi status gizi dalam pertumbuhan anak secara langsung, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, selanjutnya pemberian ASI eksklusif melibatkan pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan, status gizi balita dapat diukur dengan menggunakan TB/U. Tujuan penelitian untuk mengetahui masalah kejadian stunting diwilayah kerja puskesmas Kampa tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Balita yang berada diwilayah kerja Puskesmas Kampa yang berpopulasi 890 balita dengan sampel berjumlah 90 Balita, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random sampling. Pengumpulan data dengan kuisioner, pola asuh pemberian makanan dan pemberian ASI Eksklusif. Analisis data menggunakan analisa univariat, bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian pola asuh pemberian makanan 38 Balita (42,2%) memiliki status gizi tidak tepat, selanjutnya hasil dari pemberian ASI Eksklusif diperoleh 41 balita (45,6%) dengan kategori tidak. Ada hubungan antara pola asuh pemberian makanan dengan kejadian stunting dan Ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting diwilayah kerja puskesmas Kampa dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh pemberian makanan dan pemberian ASI eksklusif pada anak balita dengan kejadian stunting diwilayah kerja puskesmas Kampa tahun 2025. Ibu hamil dan ibu menyusui agar aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktik dalam meningkatkan pengetahuan tentang pola asuh pemberian makanan yang tepat pada balita, dan untuk mengetahui betapa pentingnya memberikan ASI secara eksklusif.
Copyrights © 2025