Penelitian ini bertujuan menganalisis estetika gerak tari tradisional Kalimantan Selatan melalui perspektif multikulturalisme James A. Banks dan mengukur pengaruh pemahaman multikultural serta keterpaparan budaya terhadap tingkat apresiasi estetika masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survey research, melibatkan 405 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman multikultural merupakan prediktor dominan terhadap apresiasi estetika gerak tari tradisional (β = 0,452; sig. 0,000), sementara keterpaparan budaya juga berkontribusi signifikan (β = 0,384; sig. 0,000), dengan keduanya secara simultan menjelaskan 58,7% variansi apresiasi estetika (R² = 0,587). Tari Baksa Kembang, Radap Rahayu, Japin, dan Kuda Gepang terbukti mengandung nilai-nilai multikultural yang sejalan dengan lima dimensi Banks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi multikultural merupakan strategi utama dalam meningkatkan apresiasi dan pelestarian tari tradisional Kalimantan Selatan secara berkelanjutan
Copyrights © 2026