Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi telah membawa dampak positif sekaligus tantangan terhadap pembentukan karakter generasi muda. Berbagai fenomena seperti menurunnya etika sosial, perilaku kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan lunturnya nilai budaya menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui berbagai sumber pembelajaran yang kontekstual. Salah satu sumber pendidikan karakter yang potensial adalah kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam seni tradisi Sasambo masyarakat etnik Sangihe serta relevansinya terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan pelaku budaya, studi dokumentasi, serta kajian literatur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sasambo merupakan tradisi lisan berbentuk syair yang dilagukan dengan iringan musik Tagonggong dan berfungsi sebagai media penyampaian nasihat, doa, harapan, serta pandangan hidup masyarakat Sangihe. Nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya meliputi nilai religius, kemandirian, kerja keras, keteladanan, tanggung jawab, cinta damai, gotong royong, dan semangat persatuan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sasambo dapat dijadikan media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sekaligus sarana pelestarian budaya masyarakat Sangihe
Copyrights © 2025