Honing merupakan proses finishing untuk memperbaiki ketelitian geometri (misalnya cylindricity) sekaligus membentuk tekstur permukaan yang sesuai. Dalam pelaksanaannya, proses honing tidak selalu menghasilkan kualitas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan adalah under honing, yaitu kondisi ketika jumlah material yang terkikis tidak mencapai target proses sehingga dimensi akhir komponen berada di bawah spesifikasi yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya under honing serta menentukan tindakan perbaikan yang dapat diterapkan pada proses produksi. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses honing, pemeriksaan kondisi batu honing, serta analisis hasil pengukuran komponen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keausan batu honing menjadi faktor dominan yang menyebabkan terjadinya under honing. Setelah digunakan secara terus-menerus dalam jumlah part tertentu, kemampuan abrasif batu honing mengalami penurunan sehingga proses pengikisan material menjadi tidak optimal. Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa komponen tidak mencapai ukuran yang dipersyaratkan dan berpotensi meningkatkan jumlah produk cacat. Berdasarkan hasil analisis, pengendalian umur pakai batu honing serta penggantian alat secara berkala dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi terjadinya under honing dan menjaga konsistensi kualitas produk.
Copyrights © 2026