Penelitian ini mengkaji komodifikasi emperan rumah Joglo dalam adaptasi fungsi galeri seni & restoran dalam konteks urban Yogyakarta. Tujuh studi kasus dianalisis, terdiri dari empat objek galeri seni (J-A1 hingga J-A4) dan tiga objek restoran (J-B1, J-C1, dan J-C2). Fokus utama terletak pada perubahan fungsi dan material emperan, dari ruang transisi tradisional menjadi ruang semi publik yang aktif dan komersial. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, observasi lapangan, dan wawancara, ditemukan bahwa komodifikasi dipicu oleh dua faktor utama: minat pemilik (galeri seni) dan kebutuhan ekonomi (restoran). Transformasi ini mengubah karakter spasial dan visual, namun tetap mempertahankan identitas arsitektur seperti bentuk atap Joglo dan struktur kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi emperan menjadi strategi adaptif yang menjembatani nilai budaya lokal dengan kebutuhan ruang kontemporer, sekaligus mendukung pelestarian bangunan vernakular secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026