Anomali pasar kalender merupakan fenomena yang dapat mengindikasikan adanya ketidakefisienan pasar modal, sehingga penting untuk menguji keberadaannya pada berbagai konteks pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan fenomena January Effect, Week Four Effect, dan Holiday Effect pada return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016–2025. Populasi penelitian terdiri atas seluruh data return IHSG selama periode 2016–2025, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penelitian yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan Yahoo Finance. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji beda parametrik dan nonparametrik, yaitu Paired Sample t-Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test, yang disesuaikan dengan karakteristik distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan return yang signifikan pada seluruh periode pengujian. Dengan demikian, fenomena January Effect, Week Four Effect, dan Holiday Effect tidak ditemukan pada IHSG selama periode penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi investasi yang didasarkan pada anomali kalender tidak dapat diterapkan secara konsisten pada pasar modal Indonesia selama periode penelitian.
Copyrights © 2026