Program internship merupakan salah satu implementasi pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen operasional pada kegiatan internship di sektor manufaktur dan pelayanan publik, serta mengidentifikasi kontribusi program internship terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan pengalaman langsung selama pelaksanaan internship di PT Azaki Reindo Manufaktur pada bagian procurement dan Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri pada bagian operasional lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan fungsi manajemen operasional pada kedua organisasi yang memiliki karakteristik berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen operasional pada sektor manufaktur lebih berorientasi pada efektivitas proses pengadaan barang, pengendalian persediaan, koordinasi dengan pemasok, serta kelancaran proses produksi. Sementara itu, pada sektor pelayanan publik, penerapan manajemen operasional berfokus pada pengelolaan distribusi layanan, pemeliharaan jaringan, penanganan gangguan operasional, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan internship juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, terutama dalam kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, adaptasi terhadap lingkungan kerja, serta pemahaman mengenai implementasi konsep manajemen operasional di lapangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa program internship menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menghubungkan teori manajemen dengan praktik profesional pada sektor manufaktur maupun pelayanan publik.
Copyrights © 2026