Pengolahan sayuran hidroponik menjadi produk turunan memberi peluang bagi UMKM untuk memperpanjang umur simpan dan menciptakan nilai tambah, tetapi daya saingnya dipengaruhi oleh kualitas, kemasan, pemasaran digital, dan kemampuan pengelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis keunggulan bersaing produk turunan UMKM Syifa Hidroponik di Kota Medan berdasarkan empat dimensi tersebut. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif dengan informan utama pemilik usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dokumentasi produk, serta catatan produksi dan penjualan, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan utama terbentuk melalui diferensiasi produk sehat berbahan baku budidaya sendiri, penggunaan kemasan standing pouch metalize dan kode QR, pemanfaatan media sosial serta marketplace, dan pembelajaran kerja berbasis praktik. Pendapatan meningkat dari Rp3.280.000 pada September 2023 menjadi Rp8.725.000 pada September 2024. Kebaruan penelitian terletak pada analisis terpadu empat sumber daya pada satu ekosistem produk turunan hidroponik. Implikasinya, usaha perlu meningkatkan efisiensi produksi, standardisasi mutu, evaluasi pemasaran digital, dan dokumentasi pengetahuan agar keunggulan lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026