ABSTRAK Dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sector pertanian Desa Serapuh, Kabupaten Simalungun maka potensi Intenert of Things( IoT) dihadirkan dalam berbagai aplikasi. Banyak petani di Desa Serapuh bertani sayur bayam dan kangkung. Hanya saja, masalah yang mereka hadapi masalah air pada tanaman sehingga hasil panen kurang maksimal. Dua masalah utama yang dihadapi dari para petani yakni pertama, cuaca yang panas menjadikan tanah kering dan pertumbuhan tanaman terhambat. Kedua, penyiraman tanaman yang tidak terkontrol sehingga air yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan akar tanaman. Denga kedua masalah tersebut, maka pendampingan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada petani dalam penggunaan IoT. Metode pendampingan ini berupa ceramah, diskusi, dan praktik langsung di lapangan. Dari kegiatan ini terlihat adanya peningkatan kemampuan petani dalam aspek penguasaan alat dan implementasi ke tanaman Bayam dan Kangkung. Kata Kunci: Pertanian, Iot, Petani, Irigasi. ABSTRACT For agricultural efficiency and productivity in Serapuh Village, Simalungun Regency, the Internet of Things (IoT) has several applications. Many Serapuh farmers grow spinach and kale. However, plant water issues reduce harvests. Farmers face two basic issues: hot weather dries soil and stunts plant growth. Second, excessive plant watering can damage roots. This coaching intends to help farmers use IoT for these two issues. Mentoring involves lectures, debates, and fieldwork. This activity shows farmers' tool and spinach/kale plant implementation skills have increased. Keywords: Agriculture, IoT, Farmer, Irrigation
Copyrights © 2026