Media sosial menjadi sarana strategis bagi lembaga filantropi dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan kepada masyarakat. Instagram dipilih karena kekuatan visual dan narasi yang mampu membangun empati serta mendorong partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengAmalisis strategi pengemasan konten lembaga filantropi melalui media sosial Instagram dengan menggunakan teori framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi konten, wawancara, dan dokumentasi. Amalisis data dilakukan berdasarkan empat elemen framing, yaitu problem definition, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan konten dilakukan melalui pemilihan visual yang persuasif, narasi emosional, serta penonjolan nilai kepedulian dan transparansi. Framing yang dibangun menempatkan persoalan sosial sebagai tanggung jawab bersama dan mendorong keterlibatan audiens. Instagram berperan tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan makna dan persepsi publik terhadap kegiatan filantropi.
Copyrights © 2026