Media populer memainkan peran penting dalam membentuk pandangan penonton terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk cara menggambarkan percintaan remaja. Film Serial The Summer I Turned Pretty Season 3 adalah sebuah serial televisi yang menampilkan dinamika hubungan remaja yang kompleks melalui konflik emosional dan cinta segitiga antara para tokoh utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Generasi Z memahami gambaran percintaan remaja dalam film serial tersebut serta mengetahui posisi penerimaan penonton berdasarkan teori penerimaan Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 2 key informan dan 18 informan Generasi Z perempuan yang telah menonton film serial The Summer I Turned Pretty Season 3, didukung oleh pengamatan diskusi audiens di media sosial dan dokumentasi adegan dalam serial tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa penonton Gen Z memahami cinta dalam serial tersebut sebagai gambaran dinamika emosi remaja yang penuh kebingungan, konflik internal, dan proses pendewasaan diri. Berdasarkan analisis resepsi Stuart Hall, terdapat tiga posisi dalam memahami suatu pesan, yakni dominant-hegemonic, negotiated code, dan oppositional code. Hasilnya ialah 2 audiens berada dalam posisi dominant-hegemonic, 13 audiens berada pada posisi negotiated code, dan 3 audiens lainnya berada pada posisi oppositional code. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z merupakan audiens yang aktif yang secara kritis memahami pesan media berdasarkan pengalaman pribadi dan konteks sosial mereka.
Copyrights © 2026