Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi penggunaan QRIS dan persepsi penggunaan uang tunai terhadap preferensi metode pembayaran pada salah satu kota di Indonesia. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 125 responden yang berusia minimal 17 tahun serta memiliki pengalaman menggunakan QRIS dan uang tunai dalam bertransaksi. Temuan – Penelitian ini mengindikasikan bahwa preferensi metode pembayaran masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh persepsi metode pembayaran QRIS dan persepsi metode pembayaran tunai. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan pendekatan kuantitatif, jumlah variabel yang terbatas, serta cakupan penelitian yang hanya dilakukan di satu kota. Implikasi – Penelitian ini menunjukkan bahwa penyedia layanan pembayaran digital dan pelaku usaha perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kebiasaan konsumen, kemudahan akses, dan situasi transaksi dalam mendorong penggunaan metode pembayaran tertentu. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian persepsi penggunaan QRIS dan uang tunai secara simultan terhadap preferensi metode pembayaran, di tengah fenomena meningkatnya penggunaan QRIS di Indonesia namun penggunaan uang tunai yang masih tetap dominan dalam transaksi sehari-hari.
Copyrights © 2026