Kajian ini menginvestigasi peran literasi keuangan, gaya hidup, dan self-control terhadap kecenderungan masyarakat Kota Palangka Raya dalam melakukan pinjaman informal kepada keluarga, kerabat, atau teman dimensi yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam literatur akademis. Sebanyak 100 responden dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan SEM-PLS melalui SmartPLS. Pengujian parsial menghasilkan tiga temuan: pemahaman keuangan yang tinggi menekan kecenderungan berutang (β = -0,462; t = 6,088; p = 0,000), pola hidup konsumtif mendorong perilaku tersebut (β = 0,230; t = 2,806; p = 0,005), dan regulasi diri yang kuat efektif meredamnya (β = -0,221; t = 2,365; p = 0,018). Secara simultan, ketiganya menjelaskan 49,5% keragaman perilaku berutang (R² = 0,495). Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan dan kemampuan regulasi diri merupakan strategi krusial dalam mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal yang tidak terencana.
Copyrights © 2026