Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan e-modul sebagai bahan ajar fisika yang fleksibel dan interaktif. Penelitian ini bertujuan memetakan tren pengembangan e-modul fisika SMA di Indonesia pada periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh dari Google Scholar dan Scopus melalui aplikasi Publish or Perish. Dari 2.606 dokumen yang teridentifikasi, sebanyak 47 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian e-modul fisika meningkat setelah pandemi Covid-19 dan masih didominasi wilayah Jawa dan Sumatera. Jenis media yang paling banyak dikembangkan berupa e-book/e-modul dasar dan e-modul interaktif, dengan teknologi yang umum digunakan meliputi flipbook digital, Adobe, Canva, dan PhET Simulation. Secara umum, e-modul fisika menunjukkan tingkat kepraktisan dan efektivitas yang baik, meskipun masih ditemukan keterbatasan metodologis pada sebagian penelitian. Hasil kajian menunjukkan perlunya pengembangan e-modul yang lebih merata serta didukung oleh desain penelitian yang lebih kuat secara metodologis.
Copyrights © 2026