Kemampuan berpikir reflektif memegang peranan krusial dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa menilai dan menyesuaikan cara berpikir untuk memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yaitu pretest-posttest control group design. Subjek terdiri atas 30 siswa kelas III MI Ma’arif Singosaren Ponorogo yang terbagi dalam kelas eksperimen (PjBL) dan kelas kontrol (konvensional). Instrumen berupa lima soal valid dan reliabel untuk pretest dan posttest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok setara (rata-rata pretest: eksperimen 68,33; kontrol 67,33). Setelah perlakuan, kelas eksperimen menunjukkan peningkatan lebih signifikan (posttest 86,33) dibandingkan kelas kontrol (posttest 77,00). Uji t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t(28) = 3,805, p = 0,001). N-Gain kelas eksperimen mencapai 59,20% (kategori sedang) dan kelas kontrol 29,94% (kategori rendah). Berdasarkan uji tersebut penerapan model PjBL lebih efektif daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada topik keliling dan luas bangun datar menggunakan satuan tidak baku.
Copyrights © 2026