ABSTRACT During pregnancy, adequate nutritional intake is essential; however, an imbalance between plasma volume and red blood cells often leads to anemia. One of the main preventive strategies is the consumption of iron supplements, yet adherence among pregnant women remains suboptimal. The role of healthcare workers as educators, communicators, motivators, facilitators, and counselors is an important reinforcing factor in improving adherence. This study aimed to determine the relationship between the role of healthcare workers and pregnant women’s adherence to iron supplement intake in the working area of Selabatu Community Health Center (UPTD Puskesmas), Sukabumi City. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of all pregnant women who received iron supplements in the working area of UPTD Puskesmas Selabatu, with a total sample of 67 respondents selected using total sampling. Data were collected using a healthcare worker role questionnaire (Guttman scale) and the MMAS-8 adherence questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that among respondents with active healthcare worker involvement, the majority were adherent to iron supplement intake (44 respondents; 84.6%), while 8 respondents (15.4%) were non-adherent. In contrast, all respondents without healthcare worker involvement were non-adherent (15 respondents; 100%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.001 (p 0.05), indicating a significant relationship. There is a significant relationship between the role of healthcare workers and pregnant women’s adherence to iron supplement intake in the working area of Selabatu Community Health Center (UPTD Puskesmas), Sukabumi City. Keywords: Adherence, Anemia, Healthcare Worker Role, Iron Supplement Intake, Pregnant Women. ABSTRAK Masa kehamilan memerlukan asupan gizi optimal, namun peningkatan volume plasma yang tidak seimbang dengan sel darah merah sering menyebabkan anemia. Salah satu strategi utama pencegahannya adalah konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), namun tingkat kepatuhan ibu hamil masih belum optimal. Peran petugas kesehatan sebagai edukator, komunikator, motivator, fasilitator, dan konselor menjadi faktor penguat yang penting dalam meningkatkan kepatuhan tersebut. Untuk mengetahui hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi. Penelitian korelasional ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi ialah seluruh ibu hamil yang menerima TTD di area kerja UPTD Puskesmas Selabatu dengan total sampel 67 orang dengan melalui metode total sampling. Data dihimpun memakai kuesioner peran petugas kesehatan (skala Guttman) dan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Analisis data dilaksanakan menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan menerapkan pengujian Chi-Square. Analisis data memperlihatkan bahwa pada kelompok dengan peran petugas kesehatan yang berperan, mayoritas responden patuh mengonsumsi TTD yaitu sebanyak 44 responden (84,6%), sedangkan yang tidak patuh sebanyak 8 responden (15,4%). Sebaliknya, seluruh responden yang tidak mendapatkan peran petugas kesehatan tidak patuh (15 responden, 100%).Terdapat hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) (p-value = 0,001). Dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi. Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Kepatuhan, Peran Petugas Kesehatan, Tablet Tambah Darah (TTD).
Copyrights © 2026