Radikalisme keagamaan tidak hanya bersumber dari kesalahan penafsiran teks agama, tetapi juga berkaitan dengan kondisi batin individu yang belum mengalami penyucian jiwa secara memadai. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep tazkiyatun nafs dalam pemikiran Al-Ghazali sebagai pendekatan preventif terhadap radikalisme keagamaan melalui tahapan takhallī, taḥallī, dan tajallī. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelaahan karya Al-Ghazali, khususnya Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme berkaitan dengan penyakit batin seperti kesombongan ideologis (kibr), amarah yang tidak terkendali (ghadab), dan kebodohan intelektual (jahl). Melalui proses takhallī, taḥallī, dan tajallī, tazkiyatun nafs berperan dalam membentuk sikap keberagamaan yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan.
Copyrights © 2024