Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri. Salah satu penyebab anemia adalah pola menstruasi yang tidak normal, seperti siklus pendek, lama menstruasi panjang, dan volume darah banyak. Hasil wawancara pada 19 siswi di SMPN 6 Kediri menunjukkan 10 siswi mengalami anemia, dengan 3 siswi (30%) karena status gizi, 2 siswi (20%) karena kurangnya pengetahuan, dan 5 siswi (50%) karena pola menstruasi. Pola menstruasi tersebut meliputi siklus 21–23 hari, lama menstruasi 8–9 hari, dan frekuensi ganti pembalut 6 kali per hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 6 Kota Kediri Tahun 2025. Jenis penelitian adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 65 siswi dari kelas 8A,8B dan 8C, sampel 56 orang dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah pola menstruasi, sedangkan variabel dependen adalah anemia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan dari 56 responden, sebagian besar memiliki pola menstruasi tidak beresiko sebanyak 37 orang (66,1%) dan mengalami anemia sebanyak 23 orang (41,1%). Uji statistik Spearman’s rho diperoleh p < 0,001 dengan α = 0,05 dan nilai korelasi r = 0,858, menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan sedang antara pola menstruasi dan anemia. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara pola menstruasi dan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 6 Kediri Tahun 2025. Disarankan pihak sekolah memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi untuk mencegah anemia.
Copyrights © 2025