Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digitalisasi pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) online di Polresta Gorontalo Kota. Penelitian dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penggunaan layanan SKCK online meskipun sistem digital telah diterapkan melalui aplikasi Super Apps Presisi Polri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III yang terdiri atas komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi digitalisasi pelayanan SKCK online di Polresta Gorontalo Kota belum berjalan optimal. Dari aspek komunikasi, sosialisasi layanan online belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Dari aspek sumber daya, masih terdapat kendala jaringan internet, perangkat pendukung, dan kemampuan teknis operator. Dari aspek disposisi, petugas mendukung pelayanan digital namun masih mempertahankan pelayanan manual karena dianggap lebih mudah dalam kondisi tertentu. Dari aspek struktur birokrasi, pelayanan masih menerapkan sistem hybrid antara pelayanan digital dan manual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh keberadaan aplikasi, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, kualitas sumber daya, komunikasi kebijakan, dan adaptasi masyarakat terhadap teknologi pelayanan publik.
Copyrights © 2026