Penelitian ini bertujuan untuk membedah faktor-faktor yang memengaruhi keputusananak usia sekolah (7-18 tahun) di Jawa Timur untuk tetap mengenyam pendidikan,dengan menitikberatkan pada peran asupan protein dan kondisi ekonomi keluarga.Kebaruan studi ini terletak pada upaya mengintegrasikan konsumsi protein sebagaicermin modal kesehatan dalam model partisipasi pendidikan di tingkat mikro. Melaluipendekatan regresi logistik terhadap data mikro Susenas 2025, riset ini memotret realitapendidikan terkini di lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi tetapmenjadi "pemegang kunci" utama peningkatan pengeluaran per kapita secara signifikanmendongkrak peluang anak untuk bersekolah. Menariknya, asupan protein dan lokasitempat tinggal justru tidak memberikan pengaruh langsung yang nyata terhadapprobabilitas sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa hambatan finansial masih menjadisekat utama investasi manusia dibandingkan isu nutrisi. Oleh karena itu, kebijakanstrategis seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) mutlak perlu disandingkan dengandukungan biaya pendidikan langsung agar efektifitasnya dalam meningkatkan AngkaPartisipasi Sekolah di Jawa Timur dapat tercapai secara maksimal.
Copyrights © 2026