Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026

Pengaruh RoA, Der, dan EPS terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2016–2025

Putriyana Loi (Universitas Indonesia Membangun)
Diah Febriyanti (Universitas Indonesia Membangun)
Santi Damayanti (Universitas Indonesia Membangun)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2026

Abstract

Kajian ini disusun untuk mengurai sejauh mana Return on Assets (RoA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Earnings per Share (EPS) berperan dalam membentuk dinamika harga saham pada entitas perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang kurun 2016–2025. Penelitian ini berpijak pada pendekatan kuantitatif dengan corak deskriptif-verifikatif, sehingga data numerik tidak hanya dipaparkan, tetapi juga diuji keterhubungannya secara statistik. Bahan data yang digunakan bersumber dari dokumen sekunder, terutama laporan keuangan tahunan perusahaan serta harga saham penutupan pada akhir tahun pengamatan. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive, dengan mempertimbangkan kesesuaian perusahaan terhadap kriteria penelitian, hingga terkumpul 16 perusahaan dan menghasilkan 160 titik observasi. Pengolahan data dilakukan melalui rangkaian prosedur statistik, meliputi deskripsi data, pengujian asumsi klasik, regresi linear berganda, pengukuran korelasi, koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis parsial dan simultan dengan dukungan SPSS. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa ROA memiliki pengaruh bermakna terhadap harga saham, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,001. DER juga menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,000. Berbeda dari kedua variabel tersebut, EPS tidak memperlihatkan pengaruh signifikan terhadap harga saham karena nilai signifikansinya berada pada angka 0,744. Secara kolektif, ROA, DER, dan EPS terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai signifikansi 0,000. Adapun nilai koefisien determinasi sebesar 0,145 menandakan bahwa ketiga variabel keuangan tersebut hanya mampu menerangkan 14,5% variasi harga saham, sedangkan 85,5% sisanya berada dalam jangkauan faktor lain di luar konstruksi model penelitian ini. Dengan demikian, ROA dan DER dapat diposisikan sebagai indikator yang patut diperhitungkan investor ketika membaca kekuatan fundamental saham perusahaan sektor makanan dan minuman.

Copyrights © 2026