Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali adalah penggunaan listrik yang kurang efisien akibat lampu penerangan jalan yang sering dibiarkan menyala tanpa pengawasan optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, program pengabdian masyarakat ini menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) pada sistem kendali lampu berbasis mobile. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kepada masyarakat mengenai konsep IoT, pelatihan penggunaan aplikasi mobile untuk pengendalian lampu jarak jauh, serta instalasi perangkat keras berupa modul kendali berbasis mikrokontroler dan sensor otomatis. Implementasi sistem ini memungkinkan masyarakat mengontrol pencahayaan dengan lebih efisien melalui perangkat mobile, sehingga dapat menghemat energi listrik sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan. Hasil program menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap penerapan IoT, dengan adanya peningkatan efisiensi penggunaan listrik serta pengurangan pemborosan energi akibat lampu yang tidak terpantau. Dengan demikian, teknologi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diadaptasi pada sektor lain dalam mendukung konsep smart village.
Copyrights © 2026